Bank Dunia ganti EoDB menjadi Business Enabling Environment, Apa saja Indikatornya
World Bank (Bank Dunia) mengganti indeks Ease of Doing Business (EoDB) dengan kerangka baru bernama Business Enabling Environment (BEE). Perubahan ini dilakukan setelah EoDB dihentikan pada tahun 2021 karena masalah metodologi dan integritas data.

BEE dirancang untuk mengukur bagaimana regulasi dan layanan publik mendukung aktivitas bisnis sepanjang siklus hidup perusahaan, bukan sekadar kemudahan memulai usaha.
Indikator Business Enabling Environment (BEE)
Framework BEE memiliki 10 indikator utama yang mencerminkan tahapan kehidupan bisnis (business life cycle).
1. Business Entry
Mengukur kemudahan memulai usaha.
Beberapa aspek yang dinilai:
-
Prosedur pendaftaran perusahaan
-
Biaya dan waktu pendirian usaha
-
Persyaratan legalitas perusahaan
2. Business Location
Mengukur kemudahan menentukan lokasi usaha dan mendapatkan fasilitas dasar.
Aspek yang dinilai:
-
Perizinan bangunan
-
Akses listrik
-
Akses air dan utilitas
3. Utility Services
Menilai ketersediaan dan kualitas layanan utilitas bagi perusahaan.
Contohnya:
-
Sambungan listrik
-
Ketersediaan air
-
Keandalan layanan utilitas
4. Labor
Mengukur regulasi ketenagakerjaan yang mempengaruhi dunia usaha.
Aspek yang dianalisis:
-
Perekrutan tenaga kerja
-
Perlindungan pekerja
-
Regulasi hubungan kerja
5. Financial Services
Menilai kemudahan bisnis dalam mengakses pembiayaan.
Indikatornya meliputi:
-
Akses kredit
-
Sistem informasi kredit
-
Regulasi sektor keuangan
6. International Trade
Mengukur kemudahan perdagangan internasional.
Yang dinilai:
-
Prosedur ekspor impor
-
Waktu dan biaya logistik
-
Efisiensi bea cukai
7. Taxation
Menilai sistem perpajakan bagi perusahaan.
Termasuk:
-
Jenis pajak perusahaan
-
Waktu dan biaya kepatuhan pajak
-
Digitalisasi sistem pajak
8. Dispute Resolution
Mengukur efisiensi penyelesaian sengketa bisnis.
Aspek yang dilihat:
-
Proses peradilan komersial
-
Arbitrase
-
Waktu penyelesaian sengketa
9. Market Competition
Menilai kondisi persaingan usaha.
Yang dinilai:
-
Regulasi anti monopoli
-
Kebijakan persaingan
-
transparansi pasar
10. Business Insolvency
Mengukur mekanisme penyelesaian kebangkrutan perusahaan.
Indikatornya:
-
Proses restrukturisasi
-
Proses likuidasi
-
Perlindungan kreditur
Perbedaan Utama BEE vs EoDB
| Aspek | EoDB | BEE |
|---|---|---|
| Fokus | Kemudahan berbisnis | Lingkungan pendukung bisnis |
| Jumlah indikator | 10 | 10 (lebih komprehensif) |
| Metodologi | Berbasis prosedur | Regulasi + implementasi |
| Data | Banyak berbasis persepsi | Lebih berbasis data dan praktik |
Intinya:
Business Enabling Environment tidak hanya menilai kemudahan prosedur, tetapi juga kualitas regulasi, layanan publik, dan implementasi kebijakan yang mendukung aktivitas bisnis.


